Pemindahan Tanah Mekanis

PEMINDAHAN TANAH MEKANIS

UNIVERSITAS GUNADARMA
JURUSAN TEKNIK SIPIL
2017
Tugas Pertama


1. Sebutkan tujuan dari pengguna alat berat pada pekerjaan konstruksi?
Untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan, Sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai lebih mudah dan singkat sesuai waktu yang ditentukan. Biasanya alat berat dipakai untuk mengali, alat pengangkut, dan alat pemadatan tanah. Alat berat dikategorikan berdasarkan fungsi alatnya.

2. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam persiapan pengguna alat berat pada pekerjaan konstruksi!
- Fungsi yang harus dilaksanakan.
Alat berat dikelompokkan berdasarkan fungsinya, seperti untuk menggali, mengangkut, meratakan permukaan, dan lain-lain.
- Kapasitas peralatan.
Pemilihan alat berat didasarkan pada volume total atau berat material yang harus diangkut atau dikerjakan. Kapasitas alat yang dipilih harus sesuai, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.

- Cara operasi.
Alat berat dipilih berdasarkan arah gerakan (horisontal maupun vertikal), jarak, kecepatan, frekuensi gerakan, dan lain-lain.
- Pembatasan dari metode yang dipakai.
Pembatasan yang mempengaruhi pemilihan alat berat antara lain peraturan lalu lintas, biaya, dan pembongkaran. Selain itu metode konstruksi yang dipakai dapat membuat pemilihan alat dapat berubah.
- Ekonomi.
Selain biaya investasi atau biaya sewa peralatan, biaya operasi dan pemeliharaan merupakan faktor penting di dalam pemilihan alat berat.
- Jenis proyek.
Ada beberapa jenis proyek yang umumnya menggunakan alat berat. Proyek-proyek tersebut antara lain proyek gedung, pelabuhan, jalan, jembatan, irigasi, pembukaan hutan, dam, dan lain-lain.
- Lokasi proyek.
Lokasi proyek juga merupakan hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemilihan alat berat. Sebagai contoh, lokasi proyek di dataran tinggi menggunakan alat berat yang berbeda dengan lokasi proyek di dataran rendah.
- Jenis dan daya dukung tanah.
Jenis tanah di lokasi proyek dan jenis material yang akan dikerjakan dapat mempengaruhi alat berat yang akan dipakai.
- Kondisi lapangan.
Kondisi dengan medan yang sulit dan medan yang baik merupakan faktor lain yang mempengaruhi pemilihan alat berat.

3. Sebutkan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pekerjaan pemindahan tanah !
Hal - hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan pekerjaan pemindahan tanah
1. Survei lapangan (site Survey)
Hal- hal yang perlu dilakukan dalam survey lapangan, antara lain
- Keadaan lapangan
- Kondisi tenaga kerja
- Kondisi transportasi dan akomodasi

2. Perencanaan
Berdasarkan hasil survey lapangan, dapat dibuat rencana kerja yang akan menjadi acuan kerja yang meliputi:
- Persiapan kerja
- Struktur organisasi proyek
- Penentuan metode dan prosedur kerja
- Jadwal kerja (time schedule)
- Penentuan jenis, type dan kombinasi peralatan yang akan dipergunakan
- Penentuan jumlah alat-alat berat dan tenaga kerja yang akan digunakan
- System logistik dan maintenance

3. Pelaksanaan Pekerjaan
Pada tahap pelaksanaan pekerjaan merupakan tahapan yang menentukan terhadap keberhasilan dari sasaran yang hendak dicapai oleh tim manajemen proyek, yang perlu diperhatikan dalam memulai pelaksanaan pekerjaan adalah
- Penentuan starting point (penentuan titik dimulainya pekerjaan)
- Analisa terhadap keadaan lokasi dari peta topografi yang ada
- Pengaturan pentahapan areal yang akan dikerjakan
- Pengaturan dan pembuatan jalan akses bagi lalu lintas alat-alat berat, sehingga tidak terjadi hambatan
- Pengamanan lokasi dari orang-orang yang tidak berkepentingan dengan pekerjaan
- Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pekerjaan.

Agar pekerjaan terhindar dari masalah - masalah didalam proyek,Minim Jika semua tahapan diatas dilakukan.

4. Berapa % pengembangan dan % penyusutan  dari volume tanah yang memiliki berat isi tanah 1500 kg/m3 BM, 1000 kg/m3 LM dan 2000 kg/m3 CM.
Dik :
B = 1500 kg/m3
C = 2000 kg/m3
L = 1000 kg/m3
Dit :  Sw & Sh ?
Dijawab :                                     
                     = ) 100%
                    = (0,5 x 100%)
                    = 50 %
     = 25 %


5. Pada suatu daerah yang akan dibangun jalan, dilakukan penggalian sedalam 2,5 m. luas daerah yang akan di gali 2 Ha. Berapa volume tanah slid an tanah gembur jika faktor gembur adalah 1,25 !
Diketahui         : kedalaman (T)                      = 2,5 m
                          Luas (A)                                 = 20000 m2
                         Faktor tanah gembur             = 1,25

Ditanyakan      : a. Volume tanah asli
                           b. Volume tanah gembur
dijawab :

a)      Volume tanah asli                   = luas x kedalaman
                                                             = 20000 x 2.5
                                                             = 50000 m3
b)      Volume tanah gembur            = volume tanah asli x faktor gembur
                                                                  = 50000 x 1,25
                                                                 = 62500 m3



KELOMPOK 1 :
AJI NUR SAPUTRA (10316445)
BAGUS PABEAN (11316321)
DESI SRI RIZKIANY (11316839)
EKO SURYONO (12316289)
GALIH ADITYA NOVAN (12316956)
Read more »»  

Perbedaan Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan

A.      Masyarakat Perkotaan
            Masyarakat perkotaan sering sekali disebu dengan urban community. Penjelasan tentang masyarakat perkotaan sangat dikenal dengan ciri-ciri kehidupannya yang sangat sekali berbeda dengan masyarakat desa. Dalam kehidupan masyarakat perotaan mereka sangat dikenali dengan adanya ciri-ciri khusus seperti ;

·         Perubahan sosial sangat terlihat di kehidupan masyarakat perkotaan dikarenakan masyarakat kota sangat terbuka dengan adanya perubahan-perubahan sosial yang ada mau itu dalam negeri atau negara asing.
·         Banyaknya interaksi yang dilakukan berdasarkan faktor kepentingan individu.
·         Banyaknya peluang pekerjaan didalam kota sedanhkan di pedesaan untuk mencari pekerjaan sangatlah minim.
·         Masyarakat perkotaan pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
·         Masalah keagamaan juga sangat berpengaruh di dalam perilaku masyarkat perkotaan.
·         Masih banyaknya masyarakat perkotaan yang sangat sering mengabaikan peraturan yang ada.

B.      Masyarakat Pedesaan
            Dalam kehidupan masyarakat pedesaan sangatlah berbeda dengan sifat atau ciri dari masyarakat perkotaan karena masyarakat pedesaan sangatlah berperilaku dalam hidup bermasyarakat atau lebih bisa mengenal satu sama lainnya.
            Dan dalam msyarkat pedesaan sangatlah tentram karena merka memiliki perasaan yang beranggapan sama-sama sebagai warga yang saling menghormati, menghargai, dan mempunyai rasa tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan bersama. Dibawah ini termasuk ciri-ciri masyarkat pedesaan dalam kehidupannya ;

·         Dalam kehidupan masyarkat, untuk memenuhi kebutuhan mereka pada umumnya mereka bekerja sebagai petani atau nelayan.
·         Msyarakat pedesaan juga memiliki sistem yang sangat kekeluargaan atau pada umumnya berkelompok.
·         Masyarakat masih bersifat homogen seperti dalam sifat mata pencaharian, agama, adat istiadat dan sebagainya.
·         Dalam perkembangan sosial di pedesaan sangat lah tertutup, mereka sangat memilih daklam bersosialisasi.
·         Dalam kehidupan pedesaan juga, mereka sangatlah tertib atau bisa dibilang mereka sangatlah menghargai satu sama lain dan menjali peraturan yang ada.

C.      Perbedaan Dalam Berbagai Bidang
1.      Agama
      Dalam kehidupan masyarakat pedesaan mereka sangat dikenal  relogius. Artinya, dalam kesehariannya mereka sangatlah taat untuk menjalani ibadah agamanya masing-masing. Dan secara kebudayaan, mereka masih sangat menjalani budaya yang ada di desa mereka sendiri. Misalnya diadakan tahlilan untuk orang yang sudah meninggal di agama Islam, diadakan kegiatan seperti Ngaben yaitu acara pembakaran mayat dalam agama Hindu dan masih sering terjadi di daerah Bali.

2.      Sosial
      Sifat sosial dalam masyarakat pedesaan sangatlah berbeda dengan masyarkat perkotaan. Misalkan, dalam kehidupan desa mereka masih sering mengadakan kegitan yang di namakan Gotong Royong maupun itu antar RT/RW/Desa. Sedangkan masyarakat kota lebih memikirkan kegiatan untuk kepentingan dirinya snediri.

3.      Lingkungan
      Sangatlah jelas sekali perbedaan yang ada dalam bidang ini. Karena kita semua tau bahwa di kehidupan kota sangatlah bising dan banyak sekali polusi udara. Sedangkan dikehidupan pedesaan masih lah alami atau yang disebut asri. Banyaknya pohon-pohon yang ada didesa sangatlah membantu untuk menjaga keasrian daerah tersebut. Sedangkan dikota banyak sekali

4.      Kepercayaan Masyarakat
      Tidak jauh beda dengan bidang Agama namun maksud dari hal ini adalah, masih banyak sekali masyarkat pedesaan yang masih percaya dengan Hukum Alam atau kepercayaan-kepercayaan terhadap nenek moyang. Namun, bedanya dengan masyarakat kota adalah mereka menjalani kehidupannya dengan Bebas atau dengan realita yang ada.

5.      Pekerjaan
      Pada umumnya masyarkat di desa melakukan pkerjaan seperti bertani, nelaya, berdagang atau pekerjaan sekunder yang lainnya. Sedangkan di dalam kehidupan kota, masyarakat perkotaan cenderung melakukan pekerjaan secara spesialisasi atau terbagi banyak.

6.      Kepadatan Penduduk
      Sudah bisa dilihat, kepadatan penduduk dalam kota dan desa sangatlah signifikan. Penduduk desa kepadatannya lebih rendah dan berkembangang tidak terlalu pesat, sedangkan dikota, kepadatannya bisa dirasakan oleh semuanya dengan banyaknya transportasi yang ada dan kemactean yang ada juga dapat disebabkan oleh padatnya penduduk kota.

7.      Homogentias dan Heterogenitas
      Homogenitas merupakan ciri-ciri secara psikologis dan sosial, bahasa, keprcayaan, adat istiadat, dan perlaku yang nampak pada masyarakat pedesaan.
Sebaliknya dan kota, penduduk heterogen terdiri dari orang-orang dengan berbagai macam subkultur dan kesenangan, kebudayaan, dan berperilaku sosial.


Read more »»